main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
UPDATES///
main Slider

Ganti Busi Mobil Bekas, Ini Beda Busi Laser Iridium Dan Busi Iridium

GridOto.com  - Ganti busi buat mobil bekas, ini beda busi laser iridium dan busi iridium. Busi iridium bisa menjadi salah satu jenis busi yang bisa dipilih untuk perawatan mesin mobil bekas. Agar tidak bingung adanya busi laser iridium dan busi iridium yang ada di pasaran dan ingin dipasang di mobil bekas, kenali perbedaannya. Diko Oktaviano,  Technical Support Product Knowledge  PT NGK Busi Indonesia menjabarkan perbedaan busi laser iridium dengan busi iridium. "Perbedaan kedua busi ini bisa dilihat dari material elektroda ground," buka Diko.   Busi NGK Laser Iridium penggunaan kombinasi material Platinum dan Iridium di kedua elektrodanya   Pada elektroda ground busi laser iridium menggunakan lapisan logam mulia dari bahan platinum. Sedangkan pada busi iridium, elektroda ground tidak terdapat lapisan tambahan. "Platinum merupakan grade logam tertinggi dengan ketahanan temperatur tinggi dan korosi," papar Diko. "Sehingga pemakaian busi bisa lebih awet selama pemakaian," sambungnya. Sedangkan pada elektroda pusat, kedua jenis busi ini sama-sama dibuat dari logam mulia iridium. Logam mulia iridium yang kuat dinilai Diko bisa dibuat runcing menyerupai jarum. "Elektroda pusat dengan bentuk runcing bisa menghasilkan nyala api lebih fokus dan terpusat," jelas Diko. "Proses ignition yang dihasilkan bisa lebih nyala untuk pembakaran lebih maksimal," terusnya.   Sumber : https://www.gridoto.com/read/223480202/ganti-busi-mobil-bekas-ini-beda-busi-laser-iridium-dan-busi-iridium?page=all

main Slider

Menyiasati Campur-campur Bahan Bakar Agar Busi Aman

Otosia.com, Jakarta  Isu Pemerintah untuk menaikkan harga Pertalite, Pertamax dan Solar menjadi pembicaraan hangat akhir-akhir ini. Akibatnya tidak sedikit masyarakat yang panik. Masyarakat yang menelan mentah-mentah rumor tersebut langsung panik dan menyerbu SPBU-SPBU lantaran takut harga bahan bakar naik, sehingga terjadi antrean saat mengisi BBM. Seperti yang sudah-sudah tidak sedikit pemilik kendaraan yang menyiasatinya dengan mencampur-campur jenis BBM demi menghemat pengeluaran jika harga BBM melonjak. Lantas amankah sering campur-campur BBM bagi mesin, performa dan komponen lain? Dari sisi busi, jika bahan bakar dicampur terus menerus, misalnya Pertalite dicampur Pertamax, akan mempengaruhi kinerja busi. “Ibarat tubuh dikasih makanan sehat sama makanan yang banyak kolesterol. Endapan dari sisa pembakaran yang tidak kebakar habis bakal nempel di bagian-bagian ruang pembakaran, terutama busi. Campur BBM bukan solusi, sebab diantara BBM murah masih ada residunya,” buka Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia.  Menyiasati Campuran BBM Jika pun ingin mencampur, sebaiknya diberi jeda dengan hanya mengisi satu jenis bahan bakar. Misalnya, dalam tiga hari menggunakan Pertalite, lalu dihari berikutnya diisi Pertamax. Tujuannya untuk menghindari timbulnya kerak di ruang bakar. “Diakalinnya, contoh 3 hari isi Pertalite, dan satu hari kemudian isi Pertamax. Ini setidaknya BBM oktan tinggi buat bilas ruang bakar yang ada keraknya,” imbuhnya. Nah sebaliknya, mencampur aduk BBM tanpa aturan malah bisa menimbulkan masalah di kemudian hari. Sisa pembakaran yang menempel akan menjadi kerak di bagian kepala busi “Kalau dampaknya ke kendaraan bermesin injeksi atau karburator sama saja. Semua akan terganggu sirkulasi pembakaran karena kerak yang menempel,” paparnya. Timbul Residu Diko Oktaviano mengibaratkan mesin sebagai pencernaan manusia. Bila sudah terbiasa diisi dengan makanan bernutrisi tinggi layaknya BBM Pertamax, tentu akan membuat kondisinya selalu bersih. "Ruang bakar kita ibaratin kayak pencernaan ya. Pada saat pakai pertamax ruang bakar jadi lebih bersih karena emang Pertamax sedikit residu yang dihasilkan. Otomatis kerja busi jadi lebih ringan," ungkap Diko. Ketika kemudian terganjal oleh harga Pertamax yang tinggi dan bila terpaksa harus turun ke Pertalite, tidak bisa dipungkiri pasti ada efek sampingnya. Menurutnya Pertalite cenderung menyisakan residu yang menempel di ruang bakar dan area kepala busi. Makanya sering ditemukan busi berjelaga hitam. "Nah setelah biasa minum Pertamax trus downgrade ke Pertalite efeknya bakal ada residu yang nempel di ruang bakar dan ke area kepala busi. Residu ini yang bakal bikin si busi cepet kerak item," terangnya. Penumpukan Kerak Jadi pada prinsipnya, bahan bakar yang tidak gampang habis terbakar maka potensi kerak dari residu semakin membesar. Adanya kerak karbon yang menumpuk bisa dilihat pada kepala busi. Bahan bakar yang buruk akan cepat menghasilkan tumpukan kerak karbon. Sebaliknya, bahan bakar bagus meminimalisir penumpukan kerak tersebut. “Silahkan saja bandingkan kendaraan yang menggunakan Pertalite atau Pertamax. Disitu bisa dilihat mana kendaraan mana yang sering ganti dan sering diselimuti kerak karbon,” terang Diko. Lebih lanjut Diko menyarankan untuk selalu merawat busi dengan mengecek dan membersihkannya dengan cairan yang tidak mengandung korosif. “Disarankan sih bersihin pakai cairan pembersih kampas rem saja,” saran Diko. Diko juga mewanti-wanti untuk menjaga busi terkontaminasi dengan liquid atau cairan apapun. “Konsekuensi kontaminasi liquid di busi bisa mempengaruhi performa. Cairan juga bisa menyebabkan karat di kemudian hari karena ada material yang terpapar. Kalo udah karat, begitu terpasang di cylinder head akan sulit ngelepasnya,” tukas Diko. Potensi Knocking Pengaruh pemilihan BBM juga mencakup kemungkinan mesin mengalami anomali. Perlu dipahami lebih dulu bahwa bensin selalu identik dengan oktan. Nilai ini merujuk pada seberapa besar tekanan di dalam silinder sebelum campuran bahan bakar dan udara meledak secara spontan. Menurut keterangan Auto200, dikutip Selasa (30/8/2022), semakin tinggi nilai oktan suatu bensin, sebenarnya makin sulit terbakar. Makanya dibutuhkan kompresi mesin yang sesuai; makin kuat kompresi, butuh bensin beroktan tinggi. Campuran itu ditekan sampai dengan volume yang sangat kecil kemudian dibakar oleh percikan api busi. Kalau sampai timbul pembakaran sebelum mencapai busi akibat oktan BBM terlalu rendah, misalnya seharusnya minum Pertamax tapi diisi Pertalite, akan terjadi knocking atau ketukan dalam mesin (ngelitik). Ketika penyakit itu muncul, kondisi ruang bakar tidak lagi sesuai dengan settingan yang semestinya, seperti adanya peningkatan panas.   Sumber : https://www.otosia.com/tips/read/5058080/menyiasati-campur-campur-bahan-bakar-agar-busi-aman

main Slider

Harga Pertamax Terus Naik, Apa yang Terjadi dengan Busi Kalau Terpaksa Turun ke Pertalite?

Otosia.com, Jakarta  Permasalahan busi kerap disepelekan karena part ini berbentuk mungil dan tersedia melimpah di pasaran. Padahal busi yang sehat akan memengaruhi performa kendaraan, terlebih mencegah mesin mogok yang menghantui di jalan. Isu busi juga selalu terkait dengan komponen lain yang membentuk proses kombusi di dalam mesin, salah satunya bahan bakar minyak (BBM) atau bensin. Bensin yang berkualitas akan memicu proses pembakaran optimal hingga produksi tenaga untuk menjalankan kendaraan. Yang jadi pertanyaan, bila kualitas BBM tersebut kemudian dikurangi, apakah yang terjadi dengan busi, contohnya dari motor terbiasa minum Pertamax kemudian diturunkan jadi Pertalite? Mungkinkah bakal menghambat kinerja busi itu sendiri? Timbul Residu Diko Oktaviano, Technical Support and Product Knowledge PT NGK Busi Indonesia menjawab, ruang bakar di dalam mesin ibarat pencernaan manusia. Bila sudah terbiasa diisi dengan makanan bernutrisi tinggi layaknya BBM Pertamax, tentu akan membuat kondisinya selalu bersih. "Ruang bakar kita ibaratin kek pencernaan ya. Pada saat pake pertamax ruang bakar jadi lebih bersih karena emang Pertamax sedikit residu yg dihasilkan otomatis kerja busi jadi lebih ringan," ungkap Diko. Ketika kemudian terganjal oleh harga Pertamax yang tinggi dan bila terpaksa harus turun ke Pertalite, tidak bisa dipungkiri pasti ada efek sampingnya. Menurutnya Pertalite cenderung menyisakan residu yang menempel di ruang bakar dan area kepala busi. Makanya sering ditemukan busi berjelaga hitam. "Nah setelah biasa minum Pertamax trus downgrade ke Pertalite efeknya bakal ada residu yg nempel di ruang bakar dan ke area kepala busi. Residu ini yg bakal bikin si busi cepet kerak item," terangnya. Potensi Knocking Pengaruh pemilihan BBM juga mencakup kemungkinan mesin mengalami anomali.   Perlu dipahami lebih dulu bahwa bensin selalu identik dengan oktan. Nilai ini merujuk pada seberapa besar tekanan di dalam silinder sebelum campuran bahan bakar dan udara meledak secara spontan. Menurut keterangan Auto200, dikutip Selasa (30/8/2022), semakin tinggi nilai oktan suatu bensin, sebenarnya makin sulit terbakar. Makanya dibutuhkan kompresi mesin yang sesuai; makin kuat kompresi, butuh bensin beroktan tinggi. Campuran itu ditekan sampai dengan volume yang sangat kecil kemudian dibakar oleh percikan api busi. Kalau sampai timbul pembakaran sebelum mencapai busi akibat oktan BBM terlalu rendah, misalnya seharusnya minum Pertamax tapi diisi Pertalite, akan terjadi knocking atau ketukan dalam mesin (ngelitik). Ketika penyakit itu muncul, kondisi ruang bakar tidak lagi sesuai dengan settingan yang semestinya, seperti adanya peningkatan panas. Mesin Modifikasi Problem yang sama turut berlaku bila kompresi mesin dimodifikasi, ditinggikan untuk mendorong energi. Tidak bisa dipungkiri, masing-masing baik busi dan bensin wajib disesuikan kembali. Apabila masih ada knocking, dari sisi busi sendiri, kemungkinan mengalami overheat alias temperatur yang diterima busi di luar batas kemampuannya beradaptasi. Konsekuensi paling parah, busi akan meleleh atau keramiknya pecah. "Konsep dasar modifikasi kalo kita mengubah kompresi, ubah pula tipe busi yang dipake, minimal naikkan satu tingkat panas dari standarnya atau pakai busi jenis logam mulia, dah itu paling aman," jelas Diko menjelaskan. Makanya probabilitas kerusakan busi cukup besar terpengaruh oleh kualitas bensin dan kompresi. Kalau mau efisien, ya jurus terkahir pastinya mending sekalian pakai busi terbaik guna memaksimalkan tenaga sekaligus menekan dana pengeluaran gara-gara sering beli busi baru. Apalagi buat mereka yang suka oprek-oprek mesin.   Sumber : https://m.otosia.com/b erita/re ad/5055979/harga-pertamax-terus-naik-apa-yang-terjadi-dengan-busi-kalau-terpaksa-turun-ke-pertalite

main Slider

Terbiasa Pakai Pertamax, Ini yang Terjadi pada Busi Jika Menggunakan Pertalite

Liputan6.com, Jakarta -  Karena tidak bisa langsung terlihat, terkadang keberadaan busi terlupakan oleh pemilik kendaraan. Padahal busi yang sehat akan memengaruhi performa kendaraan dan bisa mencegah mesin mogok. Isu busi juga selalu terkait dengan komponen lain yang membentuk proses kombusi di dalam mesin, salah satunya bahan bakar minyak (BBM) atau bensin. Bensin yang berkualitas akan memicu proses pembakaran optimal hingga produksi tenaga untuk menjalankan kendaraan. Yang jadi pertanyaan, bila kualitas BBM tersebut kemudian dikurangi, apakah yang terjadi dengan busi, contohnya dari motor terbiasa minum Pertamax kemudian diturunkan jadi Pertalite? Mungkinkah bakal menghambat kinerja busi itu sendiri? Timbul Residu Diko Oktaviano, Technical Support and Product Knowledge PT NGK Busi Indonesia menjawab, ruang bakar di dalam mesin ibarat pencernaan manusia. Bila sudah terbiasa diisi dengan makanan bernutrisi tinggi layaknya BBM Pertamax, tentu akan membuat kondisinya selalu bersih. "Ruang bakar kita ibaratin kek pencernaan ya. Pada saat pake pertamax ruang bakar jadi lebih bersih karena emang Pertamax sedikit residu yg dihasilkan otomatis kerja busi jadi lebih ringan," ungkap Diko. Ketika kemudian terganjal oleh harga Pertamax yang tinggi dan bila terpaksa harus turun ke Pertalite, tidak bisa dipungkiri pasti ada efek sampingnya. Menurutnya Pertalite cenderung menyisakan residu yang menempel di ruang bakar dan area kepala busi. Makanya sering ditemukan busi berjelaga hitam. "Nah setelah biasa minum Pertamax trus downgrade ke Pertalite efeknya bakal ada residu yg nempel di ruang bakar dan ke area kepala busi. Residu ini yg bakal bikin si busi cepet kerak item," terangnya. Potensi Knocking Pengaruh pemilihan BBM juga mencakup kemungkinan mesin mengalami anomali. Perlu dipahami lebih dulu bahwa bensin selalu identik dengan oktan. Nilai ini merujuk pada seberapa besar tekanan di dalam silinder sebelum campuran bahan bakar dan udara meledak secara spontan. Menurut keterangan Auto2000, dikutip Selasa (30/8/2022), semakin tinggi nilai oktan suatu bensin, sebenarnya makin sulit terbakar. Makanya dibutuhkan kompresi mesin yang sesuai; makin kuat kompresi, butuh bensin beroktan tinggi. Campuran itu ditekan sampai dengan volume yang sangat kecil kemudian dibakar oleh percikan api busi. Kalau sampai timbul pembakaran sebelum mencapai busi akibat oktan BBM terlalu rendah, misalnya seharusnya minum Pertamax tapi diisi Pertalite, akan terjadi knocking atau ketukan dalam mesin (ngelitik). Ketika penyakit itu muncul, kondisi ruang bakar tidak lagi sesuai dengan settingan yang semestinya, seperti adanya peningkatan panas. Mesin Modifikasi Problem yang sama turut berlaku bila kompresi mesin dimodifikasi, ditinggikan untuk mendorong energi. Tidak bisa dipungkiri, masing-masing baik busi dan bensin wajib disesuikan kembali. Apabila masih ada knocking, dari sisi busi sendiri, kemungkinan mengalami overheat alias temperatur yang diterima busi di luar batas kemampuannya beradaptasi. Konsekuensi paling parah, busi akan meleleh atau keramiknya pecah. "Konsep dasar modifikasi kalo kita mengubah kompresi, ubah pula tipe busi yang dipake, minimal naikkan satu tingkat panas dari standarnya atau pakai busi jenis logam mulia, dah itu paling aman," jelas Diko menjelaskan. Makanya probabilitas kerusakan busi cukup besar terpengaruh oleh kualitas bensin dan kompresi. Kalau mau efisien, ya jurus terkahir pastinya mending sekalian pakai busi terbaik guna memaksimalkan tenaga sekaligus menekan dana pengeluaran gara-gara sering beli busi baru. Apalagi buat mereka yang suka oprek-oprek mesin.   Sumber : https://www.liputan6.com/otomotif/read/5056498/terbiasa-pakai-pertamax-ini-yang-terjadi-pada-busi-jika-menggunakan-pertalite

main Slider

Waspadai ini Bestie, Karena Ganti Busi, ECU Motor Injeksi Bisa Rusak

TIPS :  Seperti pernah diungkapkan Technical Support NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, memilih busi motor injeksi memang tidak boleh asal. “Untuk motor injeksi harus pakai busi yang memiliki kode R atau punya resistor,” buka Diko. Fungsi utama resistor ini untuk mencegah terjadinya lonjakan gelombang elektromagnetik pada busi. Pakai busi yang dilengkapi resistor supaya kelistrikan di motor injeksi lebih stabil dan aman tanpa adanya lonjakan gelombang elektromagnetik,” tambahnya. Jika motor injeksi pasang busi tanpa resistor seperti yang ditemukan pada busi motor karburator, efek dari gelombang elektromagnetik yang muncul bisa mengganggu pembacaan sensor-sensor di motor injeksi. “Awalnya hanya mengganggu saja, tapi lama kelamaan pasti bisa memunculkan kode error,” Ery Subagyo dari DMS Tuning spesialis remap ECU. Memang motor injeksi yang pasang busi motor karburator yang tidak dilengkapi resistor awalnya tetap bisa menyala dan berjalan normal. Tapi kalau masalah tersebut dibiarkan ECU akan terganggu. “Pasti lama kelamaan bisa bikin rusak imbas dari gelombang elektromagnetik yang tidak diredam oleh busi tersebut,” tambah Pakde Ery sapaan akrabnya. “Jadi memang untuk motor injeksi wajib hukumnya menggunakan busi dengan kode R atau memiliki resistor tersebut daripada ECU rusak dan harus keluar uang jutaan” tutup Pakde Ery. Tuh, jadi jangan sampai salah pilih busi untuk motor injeksi kalian.   Sumber : https://buletinislam.com/berita/waspadai-ini-bestie-karena-ganti-busi-ecu-motor-injeksi-bisa-rusak/2/

main Slider

Cara Paling Efisien Pertahankan Performa Busi Sembari Menekan Budget dengan Bensin Pertalite

Otosia.com, Jakarta  Busi selalu dipengaruhi oleh komponen lain dalam proses kombusi di ruang bakar. Salah satu yang paling besar reaksinya ialah bahan bakar minyak (BBM) atau bensin. Penggunaan bensin beroktan tinggi seperti Pertamax akan sangat berpengaruh pada performa dan keawetan busi karena sedikit meninggalkan residu yang menghambat kinerja. "Ruang bakar kita ibaratin kek pencernaan ya. Pada saat pake pertamax ruang bakar jadi lebih bersih karena emang pertamax sedikit residu yg dihasilkan otomatis kerja busi jadi lebih ringan," jelas Diko Oktaviano, Technical Support and Product Knowledge PT NGK Busi Indonesia. Harga Pertamax Terus Naik Permasalahan berikutnya kini terkait dengan harga Pertamax yang terus naik akibat gejolak internasional. Perlu diketahui, saat berita ini diturunkan, berada di sekitar Rp 12.500 dan masih mungkin akan naik. Makanya tidak jarang pengguna kendaraan yang beralih ke Pertalite dengan oktan di bawah Pertamax. Memang, harganya masih Rp 7.650 saat ini. Penurunan kualitas bensin tersebut tidak bisa dihindari memiliki efek samping pada mesin dan juga busi itu sendiri. "Nah, setelah biasa minum Pertamax trus downgrade ke Pertalite efeknya bakal ada residu yg nempel di ruang bakar dan ke area kepala busi. Residu ini yg bakal bikin si busi cepet kerak item," ujar Diko. Sekarang, bagaimana caranya agar tetap efisien? Misalkan dengan tetap bertahan dengan Pertalite, tapi tidak terlalu berimbas buruk pada mesin dan busi? Pembersihan Untuk busi sendiri, cara paling efisien ialah dengan secara rutin membersihkannya. Apalagi jika sudah ditemukan adanya kerak yang mengganggu pada kepala busi. "Cara sederhananya biar si busi awet ya harus rutin bersihin ruang bakar buat ilangin carbon sisa residu yg nempel di ruang bakar, klo masih ada kotoran carbon yg nempel di kepala busi ada baiknya di bersihin pake sikat nylon," terangnya. Sangat tidak disarankan untuk membersihkan busi dengan amplas atau sikat kawat. Sebab, bukannya busi makin bagus tapi justru rusak. Penggunaan sikat kawat dan amplas bakal mengubah permukaan elektroda busi yang bikin nyala api tidak sesuai standar. Pakai Sistem 3-1 Trik lainnya ialah menggunakan bensin secara selang-seling agar di saat tertentu ruang bakar dan busi tetap bersih. Caranya dengan mengisi BBM dengan pola 3-1. Ini merupakan solusi efisien dan setidaknya bisa meminimalisir penumpukan residu. "Atau cara lainnya dengan kombinasi pengisian BBM pake sistem 3-1 (3 hari pake pertalite, 1 hari pake pertamax)," tutur Diko lagi. Setelah itu, lakukan proses flushing dengan metode menaikkan RPM kendaraan setinggi mungkin. Tujuannya biar sisa-sisa pembakaran yang nempel rontok dan kembali bersih.   Sumber : https://www.otosia.com/berita/read/5056035/cara-paling-efisien-pertahankan-performa-busi-sembari-menekan-budget-dengan-bensin-pertalite

main Slider

Wajib Tahu, Ini Dia Ciri-ciri Busi Mobil Sudah Tidak Layak Pakai

Otoseken.id -  Wajib tahu, ini dia ciri-ciri busi mobil sudah tidak layak pakai bestie. Busi mobil yang masih normal akan memercikan loncatan bunga api saat mesin hidup. Namun, seiring waktu busi juga akan mengalami penurunan performa. Ini wajar terjadi karena elektroda tengah berbahan nikel, logam mulia platinum atau iridium akan mengalami keausan. Keausan elektroda busi akan menurunkan efektifitas busi tersebut terhadap proses pembakaran mesin. Performa busi yang mulai menurun ternyata bisa lho dirasakan.   Busi harus dikencangkan dengan pas   Hal ini disampaikan oleh Diko Oktaviano, Technical Support and Product Knowledge PT NGK Busi Indonesia yang menyebutkan bahwa busi yang menurun performanya bikin proses pembakaran tidak sempurna "Busi itu seiring pemakaian akan menurun performanya, kalau yang paling umum dirasakan pemilik mobil adalah konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros," ucap Diko. "Bahan bakar yang boros ini karena pembakaran yang kurang sempurna sehingga daya ledak di ruang bakar menjadi berkurang," tambahnya. Selain konsumsi bahan bakar yang lebih boros dari biasanya, busi yang sudah tidak bagus juga akan menurunkan performa mobil. Tarikan mobil akan terasa lebih berat karena berkurangnya tenaga mesin. Soal gas buang juga akan menjadi masalah karena proses pembakaran yang tidak sempurna tadi.   Ujung elektroda busi iridium runcing   "Bisa saja kadar CO menjadi lebih tinggi karena tidak terbakar tuntas," sebutnya. Penggantian busi mobil sebaiknya mengikuti buku petunjuk servis yang diberikan. Jangan sampai terlewat jadwal ganti busi yang bisa berdampak buruk bagi mesin ya sob.   Sumber : https://otoseken.gridoto.com/read/343441006/wajib-tahu-ini-dia-ciri-ciri-busi-mobil-sudah-tidak-layak-pakai?page=all

main Slider

HOME TIPS & TRICK Anak Mobil Perlu Tahu, Penyebab Utama Busi Mobil Bisa Mati Total

GridOto.com -  Busi sebagai pematik awal proses pembakaran pada mesin bensin bekerja sangat penting. Busi yang baik akan menghasilkan percikan arus listrik saat proses kompresi mesin. Namun, masalah bisa datang pada busi yakni tidak ada percikan bunga api sama sekali alias mati. Busi mobil bisa mati ternyata ada penyebabnya lho. Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia menjelaskan bahwa busi mobil yang mati dikarenakan campuran bahan bakar dan udara tidak seimbang. "Mesin akan selalu mengontrol campuran bahan bakar dengan udara di rentang 14:1," buka Diko di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, di BSD, Tangerang. "Semua ini dikontrol oleh sensor-sensor pendukung di mesin mobil," bebernya. Jika ada kerusakan pada sensor maka campuran bahan bakar bisa menjadi lebih rich atau kaya. Hal ini menyebabkan banyak bahan bakar tidak terbakar sempurna. Kondisi ini menyebabkan elektroda tengah busi tertutup kerak karbon dan api busi tidak bisa menyala. Kerak karbon yang menutupi elektroda tengah ini membuat busi menjadi mati total. "Hal ini bisa terjadi pada setiap mobil, memang busi mati kadang tidak berbarengan," tambahnya. Jika ada salah satu busi yang mati, umumnya mobil akan tetap hidup namun akan terasa pincang. Putaran mesin tidak konstan menandakan ada busi yang mati. Tenaga mesin akan berkurang drastis dan mobil menjadi lebih boros bahan bakar. Kondisi ini mengharuskan kita mengganti semua busi dengan yang baru.   Sumber : https://www.gridoto.com/read/223434377/anak-mobil-perlu-tahu-penyebab-utama-busi-mobil-bisa-mati-total?page=all      

main Slider

Daftar dan Harga Busi Motor NGK, Ada Promo Khusus di GIIAS 2022

Motor Plus-online.com - Yuk simak, daftar dan harga busi motor NGK, ada promo khusus dan menarik di GIIAS 2022. Salah satu merek busi ngetop Indonesia, NGK, turut hadir dan meramaikan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2022. Pada boothnya yang terlerak di Hall 9 A16, merek yang ngetop dikalangan bikers ini menawarkan berbagai macam jenis busi dan juga promo menarik. Untuk bikers yang sedang mencari busi motor baru bisa mampir ke GIIAS 2022 yang ada di (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang.   Harga busi motor NGK di GIIAS 2022   Berikut daftar dan harga busi motor yang ditawarkan NGK pada boothnya: - NGK G-Power: Rp 35.000/pcs - NGK Iridum IX: Rp 90.000/pcs - NGK Laser Iridium: Rp 210.000/pcs - NGK MotoDX: Rp 200.000/pcs - NGK MotoDX LMAR8ADX: Rp 230.000/pcs Pada pameran GIIAS 2022 kali ini, NGK juga memberi promo menarik bagi para konsumennya. Zulfikar dari Departemen Marketing NGK menjelaskan pada pameran GIIAS 2022 semua busi motor dijual dengan harga khusus, serta ada promo menarik yang bisa didapatkan para konsumen. "Untuk harga busi motor pada pameran ini semuanya spesial" kata pria yang akrab disapa Ijul pada booth NGK kepada MOTOR Plus-online, Selasa (16/8/2022). "Di GIIAS 2022 ini juga ada promo menarik, tiap melakukan pembelian busi motor, para konsumen akan mendapat merchendise menarik" sambungnya. "Para konsumen berkesempatan mendapatkan t-shirt, topi, tumbler, dan juga hoodie dari NGK" terangnya.   Promo khusus NGK di GIIAS 2022   Tak hanya menjual busi motor, pada kesempatan ini NGK juga menjual produk rantai ternama asal Jepang. Pada booth yang terletak di Hall 9 A16 ini, berbagai macam rantai DID Jepang juga dipamerkan dan dijual.   Sumber : https://www.motorplus-online.com/read/253433757/daftar-dan-harga-busi-motor-ngk-ada-promo-khusus-di-giias-2022?page=all

main Slider

GIIAS 2022: NGK Beri Promo Spesial, Beli Busi Gratis Merchandise

NaikMotor – PT NGK Busi Indonesia memberikan promo spesial di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Dalam pameran otomotif ini, NGK memberikan gratis official merchandise di tiap pembelian busi. Sebagaimana diketahui, NGK memiliki beberapa model busi, mulai dari G-Power, Iridium Ix, Laser Series, hingga MotoDX. Kabar baiknya, semua model busi tersebutlah yang termasuk dalam promo NGK pada GIIAS 2022 ini. Mulai dari NGK G-Power, tiap pembelian 1 busi G-Power akan mendapat gratis bolpoin. Jika beli 4 busi maka akan gratis t-shirt. NGK G-Power ini sendiri dibanderol seharga Rp35 ribu/pcs di GIIAS 2022 ini. Untuk NGK Iridium IX, tiap pembelian 1 busi ini akan mendapat gratis topi atau tumbler. Jika beli 4 busi maka akan gratis tumbler & t-shirt. NGK Iridium Ix ini sendiri dibanderol seharga Rp90 ribu/pcs di GIIAS 2022 ini. Pada model NGK Laser Series dan MotoDX, tiap pembelian 1 businya akan mendapat gratis t-shirt. Jika beli 4 busi sekaligus, maka akan mendapat gratis hoodie. Harga dari busi Laser Series untuk sepeda motor dikenakan harga Rp210 ribu/pcs. Sedangkan untuk busi mobilnya dihargai Rp147,5 ribu dan Rp137.500. Sementara, harga busi NGK MotoDX untuk sepeda motor dibanderol seharga Rp200 ribu/pcs. Dan MotoDX untuk mobil dikenakan harga senilai Rp230 ribu/pcs. Semua promo spesial tersebut bisa didapatkan pengunjung selama pameran GIIAS 2022 di booth NGK di Hall 9 ICE BSD City, Tangerang Selatan, yang berlangsung pada 11-21 Agustus 2022 mendatang.  (Galih/Prob/NM)   Sumber : https://www.naikmotor.com/203892/giias-2022-ngk-beri-promo-spesial-beli-busi-gratis-merchandise/2/

SOCIAL MEDIA///
.............

Jl. Raya Jakarta - Bogor Km 26,6 Jakarta 13740
INDONESIA
+62 21 8710974
marketing@ngkbusi.com

JOIN OUR SOCIAL MEDIA CONVERSATION///

Copyright © 2022 PT. NGK Busi Indonesia. All rights reserved.