main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
main Slider
UPDATES///
main Slider

Ini Waktu Ideal untuk Mengganti Busi Motor

Bisnis.com , JAKARTA – Busi merupakan salah satu komponen sepeda motor yang memiliki peran penting untuk memicu terjadinya proses pembakaran di ruang mesin. Oleh karena itu, guna menjaga performa mesin tetap andal, busi motor perlu diganti dalam jangka waktu pemakaian tertentu. Menurut laman resmi Suzuki, waktu ideal untuk mengecek busi adalah tiap 4.000 kilometer. Saat melakukan pengecekan, ada dua yang harus diperhatikan, yakni membersihkan busi dari kotoran dan juga mengecek jarak elektroda sesuai dengan spesifikasi motor. “Ciri ciri busi yang sudah hampir mati yaitu motor mulai susah distarter atau waktu starternya lebih panjang dari biasanya, selain itu suara motor sudah tidak mulus lagi,” tulis keterangan resmi Suzuki, dikutip pada Senin (18/1/2021). Sementara dari bentuk fisiknya, busi sudah terlihat hitam bercampur kotoran dan jarak penutup ke inti elektroda sudah mulai melebar dari ukuran standar. Jika sudah seperti ini, busi yang tidak segera diganti akan merusak bagian motor lain. Di sisi lain, busi standar masih bisa berfungsi dengan baik lebih dari 8.000 km. Namun, semua itu tergantung dari situasi kondisi. Busi yang mudah kotor acapkali disebabkan oleh banyak hal, salah satunya karena bahan bakar atau BBM yang terlalu boros, sehingga peluang busi cepat mati sangatlah besar. Namun, jika baik-baik saja, masih sanggup melebihi 8 ribu kilometer. Dengan kata lain, busi standar masih bisa bertahan lebih dari 8.000 km bahkan hingga 20.000 km. Sementara itu, pabrikan busi seperti NGK menyarankan untuk tiap dua kali penggantian oli, dibarengi dengan mengganti busi. Jaraknya, bisa setiap 6.000 km karena umumnya mengganti oli motor setiap 3.000 km. Sumber :  https://otomotif.bisnis.com/read/20210118/273/1344241/ini-waktu-ideal-untuk-mengganti-busi-motor

main Slider

6 Cara Membedakan Busi Asli dan Palsu Dengan Mudah

Busi merupakan bagian kendaraan bermotor yang berguna sebagai pemercik api untuk proses pembakaran dalam mesin, semakin banyaknya masyarakat yang memiliki kendaraan sekarang mengakibatkan para oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuat busi palsu, dengan tujuan mendapatkan keuntungan lebih, dikarenakan harga busi asli sekarang cukup tinggi.   Untuk mengatasi hal tersubut kali ini JagatOtomotif memberikan sedikit tips buat teman-teman agar tidak tertipu ketika membeli busi. Secara garis besar, busi asli dan palsu dapat dibedakan melalui beberapa cara berikut: Perbedaan mendasar busi asli dan palsu dapat anda lihat pada kode disetiap busi, kode tersebut menunjukkan kode produksi masing-masing busi dan artinya hanya diketahui oleh produsen pembuat, nah pada busi palsu cetakan kode biasanya terlihat acak-acakan dan tidak rapi. Ulir atau biasa disebut drat pada busi asli lebih rapi dan halus, anda bisa coba memperhatikan lebih teliti saat memilih busi, minta penjual untuk memperlihatkan merk busi lain agar anda lebih mudah untuk membandingkan. Pada busi terdapat keramik sebagai isolator, untuk busi palsu keramik tersebut terlihat terlalu cerah sedangkan sebaliknya pada busi asli warna keramik terlihat sedikit doft dan tidak cerah. Plating metal shell  pada busi asli menggunakan bahan baja yang kuat dan tidak mudah berkarat, kalau busi palsu biasanya mudah berkarat bahkan ketika baru anda buka dari kardusnya sudah ada titik-titik karat yang terdapat pada  plating metal shell  nya. Bagian elektroda busi asli yang berfungsi untuk menyembutkan bunga api terlihat lebih rapi, kalau yang palsu penempatan part nya kurang presisi dan setiap busi kadang-kadang tidak sama, entah itu gap atau sambungannya. Gasket (ring) pada busi asli terlihat lebih halus dan tidak mudah dilepas walau anda putar mengikuti alur, walaupun bisa dilepas akan sangat sulit, sedangkan busi palsu bentuk gasket biasanya tidak rapi bekas potongannya dan mudah dilepas. Ada tambahan sedikit dari Suprianto selaku Technical Support PT NGK Busi Indonesia tentang Busi NGK asli, Menurutnya pada busi NGK yang asli kualitas pembuatannya sangat diperhatikan. Busi NGK yang asli pada bagian atas maupun bawah terdapat sebuah komponen yang bernama  sheet packing  dan  wire packing  yang berguna agar kepala busi dan bagian lain tidak mudah goyang, selain itu juga berfungsi untuk menahan getaran saat mesin dihidupkan dan juga dapat mencegah kebocoran di ruang bakar mesin. Pada busi palsu biasanya tidak terdapat komponen tersebut sehingga kualitasnya bisa dikatakan jelek. Secara tidak langsung memang sulit untuk membedakan busi asli dan palsu, tetapi anda dapat melakukan beberapa tes dengan cara menggunakan busi beberapa jam kemudian dilepas, selanjutnya coba anda putar kepala busi, jika ikut berputar maka kemungkinan bahwa busi NGK tersebut palsu menurut Suprianto. Berikut akibat yang mungkin terjadi dikarenakan menggunakan busi palsu: Tenaga mesin kurang maksimal, dikarenakan proses pembakaran tidak sempurna. Boros bahan bakar, karena pembakaran yang tidak sempurna otomatis anda menarik gas lebih banyak sehingga konsumsi bahan bakar akan lebih boros. Mengeluarkan uang lebih, karena busi palsu biasanya tidak awet dan cepat mati. Jika anda kesulitan dalam memilih busi sebaiknya anda membeli busi di tempat-tempat yang sudah terpercaya, untuk menghindari membeli busi palsu. Mungkin itu saja  ciri-ciri dan perbedaan busi asli dan palsu , semoga dapat membantu anda memilih busi yang berkualitas. Sumber :  https://jagatotomotif.com/cara-membedakan-busi-asli-dan-palsu-dengan-mudah/

main Slider

Ternyata Busi Mobil Bisa Bikin Mesin OverHeat, Begini Penjelasannya

GridOto.com -  Seperti yang kita ketahui, mesin mobil bensin menggunakan  busi  untuk proses  pembakaran . Busi  yang memercikkan bunga api akan membakar campuran bahan bakar dan udara. Eits, ternyata fungsinya bukan hanya itu, namun  busi  juga harus bisa menjaga kinerjanya sehingga  panas  mesin tetap terjaga. Pemilihan  busi  yang salah terutama  heat range   busi  bisa bikin mesin mobil  panas  berlebih. Hal ini disampaikan oleh Diko Oktaviano, Technical Support Product Knowledge PT NGK  Busi  Indonesia yang menyebutkan pemilihan  heat range   busi  adalah kuncinya.   Radityo Herdianto heat range busi harus pas "Heat range itu adalah tingkatan panas busi agar bisa menyesuaikan dengan masing-masing mesin mobil," buka Diko. "Sebagai contoh, mesin mobil menggunakan heat range 7, lalu diganti dengan heat range 6 bahkan 5 bisa bikin panas mesin," tambahnya. Sebagai info, kode heat range busi NGK adalah semakin kecil angka yang tertera maka disebut busi panas. Penggunaan busi dengan heat range yang tepat akan meminimalisir terjadinya overheat. Dengan suhu mesin tetap terjaga maka proses pembakaran juga akan optimal.   Dok. Otomotif Group Ilustrasi indikator suhu mesin yang mengalami overheat "Paling mudahnya, ganti  busi  dengan  heat range  yang sama  bisa dilihat di buku manual kepemilikan untuk tahu kode  busi ," bebernya. Mesin mobil pastinya lebih aman dikendarai bila menggunakan  busi  yang tepat.  Sumber :  https://www.gridoto.com/read/222521356/ternyata-busi-mobil-bisa-bikin-mesin-overheat-begini-penjelasannya?page=all

main Slider

Mau Pasang Busi Racing di Motor Baca Dulu Nih Biar Gak Salah Pasang

Otomotifnet.com -  Sudah sering kita mendengar tentang  busi   racing  terutama iridium yang biasanya diaplikasikan pada motor balap. Busi  sendiri berfungsi untuk memercikkan bunga api di ruang bakar yang diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompres. Sebenarnya apa sih  busi   racing  itu? Ternyata  busi  punya kelas atau level, mulai dari  busi  standar berbahan nikel, kelas menengah ke atas bahannya platinum dan iridium. Ada pula  busi  berbahan  gold   palladium  atau biasa disebut  busi  merah seperti yang dikeluarkan NGK khusus untuk kebutuhan  racing .   Istimewa Busi iridium digunakan pada mesin standar membuat pembakaran lebih sempurna “Platinum segmentasinya pertengahan antara  racing  dan harian, karena harganya tidak jauh dengan busi standar namun kualitasnya mendekati iridium." "Ini untuk yang sudah modifikasi bagian mesin dan untuk pakai harian, hanya NGK yang punya tipe ini,” ujar Diko Oktaviano sebagai  Technical   Support  dari PT NGK Busi Indonesia. Lalu ada iridium, dari sinilah mulai disebut sebagai busi racing, “Iridium memang iya disebut sebagai busi  racing ." "Tapi masih bisa diaplikasikan ke mesin standar dan akan membuat pembakaran lebih sempurna,” lanjutnya. Bahkan di Denso sampai ada  tagline  Iridium Power, andalannya busi dengan elektroda kecil hanya 0,4 mm. Busi berbahan iridium ini punya elektroda yang kecil atau runcing, sehingga api yang dikeluarkan tajam dan stabil, dan sifat elektrodanya menyerap lebih sedikit panas yang dihasilkan. Sehingga pembakaran akan lebih maksimal. Bahan ini juga punya titik leleh tinggi, sehingga kuat di ruang bakar mesin  racing , yang biasanya berasio kompresi tinggi.  Karena sifatnya yang membuat pembakaran lebih bagus, bahkan ada yang bikin busi double iridium, seperti keluaran Daytona, Ignimax Double Iridium. Jadi elektroda negatif juga dikasih iridium, enggak hanya yang positif. “Efeknya busi akan membakar habis campuran udara tanpa meninggalkan sisa pembakaran." "Tapi jangan lupa untuk rajin servis dan memakai bahan bakar tanpa timbal karena kalau hanya ganti iridium saja tidak akan berpengaruh,” jelas Diko sapaannya.     Istimewa Penjelasan busi platinum dan iridium   Karena pembakaran lebih sempurna, maka penggunaan busi iridium membuat performa meningkat, “Dorongan tenaga piston akan lebih responsif." "Tapi busi tidak bisa bekerja sendiri butuh dukungan komponen lain, karena fungsi dasarnya hanya menciptakan api,” tutur pria ramah ini.   Istimewa Macam–macam bentuk kepala busi racing, pemilihan tipe kepala busi berpengaruh besar dalam pemilihan konsep kendaraan racing yang dibutuhkan   Selanjutnya busi yang menggunakan bahan  gold   palladium  didesain khusus  full racing  untuk penggunaan balap tidak bisa untuk harian. “Seminimal mungkin tidak ada kerak pada ruang bakar. Bahannya memang dibuat langsung habis terbakar pada suhu  extreme ." "Ini merupakan busi incaran para tim balap,  just info  tim MotoGP yang disuport NGK memakai busi tipe ini,” bisiknya.   Istimewa Ini dia busi merah full racing, konon tim MotoGP juga pakai busi tipe ini   Bagaimana penggunaan di balap sendiri? Selain jenis elektroda, tingkat panas yang digunakan juga wajib diperhatikan. Leon Chandra selaku tuner yang biasa menggarap mobil maupun motor balap memberi patokan tergantung cuaca. “Kalau kondisi panas pakai  busi  dengan tingkat dingin 10, kalau adem 9, dan jika hujan pakai angka 8,” sebutnya mencontohkan untuk Yamaha R25 balapnya.  Sesuaikan dengan kebutuhan mesin ya  sobh!   Sumber :  https://otomotifnet.gridoto.com/read/232519662/mau-pasang-busi-racing-di-motor-baca-dulu-nih-biar-gak-salah-tipe?page=all    

main Slider

Ciri-ciri Busi Motor Harus Segera Diganti

TEMPO.CO ,  Jakarta  -  Busi  merupakan salah satu komponen sepeda motor yang memiliki peran penting untuk memantik pembakaran di ruang mesin. Guna menjaga performa mesin tetap andal, busi motor perlu diganti dalam jangka tertentu. Menurut laman resmi Suzuki, waktu ideal untuk mengecek busi tiap 4.000 kilometer. Pada saat melakukan pengecekan, ada dua yang harus diperhatikan, yakni membersihkan busi dari kotoran dan mengecek jarak elektroda sesuai dengan spesifikasi motor. “Ciri-ciri busi yang sudah hampir mati, yaitu motor mulai susah distarter atau waktu starternya lebih panjang dari biasanya, selain itu suara motor sudah tidak mulus lagi,” tulis keterangan resmi Suzuki yang dikutip Bisnis hari ini, Senin, 18 Januari 2021.   Menurut Suzuki, dari bentuk fisiknya busi yang sudah waktunya diganti terlihat hitam bercampur kotoran dan jarak penutup ke inti elektroda melebar dari ukuran standar. Jika tak diganti, busi itu akan merusak bagian  motor  yang lain. Sebenarnya busi standar masih bisa berfungsi dengan baik dalam pemakaian lebih dari 8.000 km bahkan hingga 20.000 km. Namun, semua itu tergantung dari situasi kondisi. Busi yang mudah kotor acapkali disebabkan oleh banyak hal, salah satunya karena bahan bakar yang terlalu boros. Dalam kondisi itu peluang busi cepat mati sangatlah besar. Sementara itu, produsen  busi NGK  menyarankan untuk tiap dua kali penggantian oli, dibarengi dengan mengganti busi. Jaraknya, bisa setiap 6.000 km karena umumnya mengganti oli motor setiap 3.000 km. Sumber :  https://otomotif.tempo.co/read/1424328/ciri-ciri-busi-motor-harus-segera-diganti/full&view=ok

main Slider

Busi Asli dan Palsu Bisa Dibedakan, Begini Caranya

Liputan6.com, Jakarta -   Busi  berkualitas turut dipengaruhi oleh keasliannya.  Busi motor  atau mobil yang tidak asli justru tidak dapat memproduksi percikan api yang baik, bahkan umur pakainya bisa saja jauh lebih pendek. Sayangnya kini busi-busi palsu banyak bereda di pasaran. Celakanya tidak sedikit pemilik kendaraan yang bisa membedakan mana busi asli atau palsu.   Menurut Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia, setidaknya ada tiga hal yang untuk mengetahui busi tersebut palsu, yakni kode produksi, embos tulisan logo, dan gasket ring yang bisa dilepas. Dia mencontohkan, pada busi asli NGK logo tercetak tebal dan sempurna, metal shell terdapat kode produksi pada hexagon, ring gasket tidak dapat dilepas tanpa bantuan alat, elektroda memiliki tingkat kerapihan dan presisi tinggi. Sebaliknya, untuk busi palsu, logo busi berbahan sticker dan mudah terkelupas, meta shell tanpa kode produksi pada hexagon, ring gasket mudah dilepas dengan putaran tangan, elektroda bentuk tidak rapih dan presisi. Pada busi asli, part number tercetak rapi dan teratur, sedangkan busi palsu tulisannya hitam, tebal dan posisinya tidak rapih. Selain itu bisa dilihat dari terminal nut-nya. Kalau ulir pada busi asli itu lebih halus dan rapih. Kalau yang palsu akan terlihat kasar dan tidak rapih     Sangat jauh berbeda dengan busi asli. Busi palsu dapat menimbulkan beberapa risiko, seperti pembakaran tidak sempurna sehingga tenaga menurun, susah starter, dan efisiensi bahan bakar berkurang. Selain itu busi mengalami overheat, dengan tanta elektroda meleleh dan merusak ruang bakar dan piston, serta frekuensi pergantian busi semakin sering. "Bahan yang dipakai sama busi palsu bukan bahan logam yang bisa habis terbakar pada suhu ruang bakar," ujarnya. Busi KW atau palsu tidak menghasilkan pengapian yang sempurna di lingkungan ruang bakar, dan menimbulkan residu akibat lelehan materialnya, serta bisa bikin pager. Apa itu bahan pager? "Nah lelehan material yang tidak habis terbakar ini bisa bikin surface ignition istilahnya. Surface ignition ini kondisi dimana muncul spot api baru yang timbuk akibat bara material yang masih menyala di ruang bakar sebelum busi itu sendiri percikin listriknya untuk nimbulin api," jelasnya. Kemasan Untuk mengetahi busi palsu bisa diidentifikasi secara fisik maupun dari kemasan. Tipe busi nikel menurut dia lebih banyak dipalsukan lantaran populasinya cukup besar. Namun kini tipe busi laser imitasi juga banyak ditemui di pasaran. Ironisnya tipe busi laser yang dipalsukan sulit dibedakan dengan aslinya oleh konsumen lantaran secara fisik nyarip mirip. Mengantisipasinya, selain melakukan edukasi ke konsumen, NGK juga melakukan penyempurnaan kemasan dan terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui peredaran busi palsu. "Untungnya yang kelas nikel ini bungkusnya masih bisa diidentifikasi. Dia (busi palsu) pakai motif bungkus tahun 2013 ke bawah. Makanya kita ganti motif bungkusannya," ujarnya. Busi palsu yang mudah diidentifikasi secara fisik menurut Diko biasanya berasal dari industri rumahan. Sedangkan busi imitasi yang sulit dibedakan secara fisik biasanya berasal dari industri yang lebih mapan. "Ini biasanya kelas pemalsu ecek-ecek. Bisa diidentifikasi dari fisik. Kita sudah banyak melayani tipe busi palsu, dari KW sampai busi palsu yang susah dibedakan secara fisik. Penyebarannya semua bermula dari negara yang terkenal dengan produk home industrinya ya," pungkasnya. Sumber :  https://www.liputan6.com/otomotif/read/4474341/busi-asli-dan-palsu-bisa-dibedakan-begini-caranya

main Slider

Muncul Tanda Begini Berarti Busi Mobil Sudah Minta Ganti Baru

GridOto.com  -   Busi  merupakan komponen yang penting pada mesin mobil. Kondisi  busi  yang baik pasti membuat kinerja mesin mobil maksimal. Seiring pemakaian,  busi  mobil bisa mengalami penurunan performa sehingga harus diganti baru. Banyak pemilik mobil belum paham kapan  busi  harus diganti baru. Ternyata,  busi  yang sudah mengalami penurunan performa memiliki tanda-tanda lho.   autoworks.com.au Percikan pada elektroda busi mobil   "Kalau dilihat pada ujung elektroda busi ada pengikisan material, itu salah satu tanda busi sudah menurun kemampuannya, baik busi berbahan nikel, platinum ataupun iridium," buka Diko Oktaviano, Technical Support and Product Knowledge PT NGK Busi Indonesia. "Pengikisan ini diakibatkan umur pemakaian karena dari sini munculnya api busi," tambahnya. Kemampuannya yang sudah menurun membuat percikan api busi tidak maksimal lagi. Selain dari elektroda inti, keausan material juga bisa dilihat dari  ground electrode  atau elektroda massa. Elektroda massa sebagai tempat loncatan bunga api busi juga bisa mengalami keausan.     busi mengalami keausan "Kalau dilihat seperti tergerus, berbeda dengan  busi  baru," sebutnya. "Kondisi ini juga bikin loncatan  bunga api   busi   enggak  maksimal dan jarak (gap)  elektroda  inti dan  elektroda   massa  akan semakin jauh pula," tutup Diko. Sumber :  https://www.gridoto.com/amp/read/222497903/muncul-tanda-begini-berarti-busi-mobil-sudah-minta-ganti-baru?page=all

main Slider

Pasang Busi Kurang Kencang, Resiko Ini Akan Menanti Anda

GridOto.com  -   Walau terlihat sepele, ternyata proses mengencangkan  busi  juga ada caranya, Sob. Saat memasang  busi  mobil tidak sedikit juga yang kurang kencang. Memasang  busi  yang kurang kencang ternyata bisa berakibat buruk bagi mesin mobil. Saat GridOto.com menayakan ke Diko Oktaviano, Technical Suppport and Product Knowledge PT NGK  Busi  Indonesia, dirinya menyebutkan bahwa risiko  busi  kurang kencang adalah menurunnya kemampuan mesin. " Busi  yang kurang kencang membuat pembakaran menjadi tidak sempurna karena  busi  bergeser akibat getaran mesin," buka Diko.     petunjuk pemasangan busi   "Lama-lama busi akan kendur dan berdampak juga ke kompresi mesin yang turun," tambahnya. Selain menurunkan performa, busi yang kurang kencang juga bisa bikin ulir busi slek atau rusak. Hal ini disebabkan karena adanya tekanan kompresi yang mendorong busi keluar. "Biasanya drat busi di kepala silinder yang akan rusak," bebernya. Sebaiknya, saat pengencangan busi dilakukan dengan menggunakan kunci torsi.     Ilustrasi busi terlalu kencang dan kendur   "Kalau  enggak  ada kunci torsi, di label kemasan bagian belakang juga diberitahu cara  pengencangan   busi  yang benar," sebutnya. Jangan sampai  busi  kurang kencang sampai berakibat fatal sob. Sumber :  https://www.gridoto.com/read/222497904/pasang-busi-mobil-kurang-kencang-risiko-ini-akan-menanti-anda?page=all

main Slider

Waspada Part Kecil Ini Sering Bikin Motor Mogok Saat Musim hujan

GridOto.com  - Bikers harus waspada, soalnya ada part kecil di motor yang bisa menyebabkan mesin mati atau mogok saat  hujan . Hal ini sering kali terjadi apalagi buat kalian yang sering riding menerobos  hujan  deras, part apakah itu? "Saat memasuki musim  hujan , hati-hati dengan cop atau kepala  busi ," buka Zenal dari  Rafi Matic , bengkel spesialis motor matic kepada GridOto.com. "Seiring dengan pemakaian, cop atau kepala  busi  itu bisa getas dan rusak," tambahnya.   Dok OTOMOTIF Ilustrasi motor matic digunakan di musim hujan Cop busi getas pemicu motor mati bahkan mogok saat menerobos hujan, terutama hujan yang sangat deras. "Sering kali cipratan air bahkan embun air hujan masuk dari celah-celah cop busi yang sudah getas," papar Zenal.   DOK MOTOR PLUS Ragam warna dan model cop busi "Efeknya bisa mengganggu pengapian, parahnya motor bisa mogok akibat pengapian hilang terkena air hujan," tambah saat ditemui di Jalan Pitara Raya No.11, Depok, Jawa Barat. Makanya Zenal menyarankan untuk cek cop atau kepala busi saat servis. "Kalau sudah ada tanda-tanda retak atau getas segera diganti baru, daripada mogok di jalan," tuturnya. Saat memutuskan untuk membeli cop  busi  juga harus diperhatikan, sebab bentuk cop  busi  bisa berbeda di beberapa motor. Pilih juga cop  busi  yang memiliki hambatan jika ingin digunakan di motor injeksi. Sumber :  https://www.gridoto.com/read/222496795/waspada-part-kecil-ini-sering-bikin-motor-mogok-saat-musim-hujan?page=all  

main Slider

Pemprov DKI Wajibkan Uji Emisi, Ternyata Busi Pengaruhi Kualitas Gas Buang

OTOSIA.COM  - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mewajibkan pemilik  kendaraan  bermotor baik mobil ataupun sepeda motor untuk melakukan uji emisi. Ketentuan ini akan mulai berlaku efektif pada tanggal 24 Januari mendatang. Pemprov DKI dan Kepolisian akan menyiapkan tindakan berupa penilangan dan denda kepada pemilik kendaraan yang tidak melakukan uji emisi dan tiduk lulus uji emisi gas buang. Mengacu pada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 285 dan 286, yakni ancaman denda maksimal Rp 250.000 untuk sepeda motor, dan Rp 500.000 untuk mobil. Selain itu sanksi lain Pemprov DKI akan memberikan tarif parkir tertinggi. Baik dan buruknya emisi gas buang pada kendaraan juga bergantung pada beberapa hal, seperti perawatan, penggunaan bahan bakar maupun komponen lainnya, termasuk busi.   Nah soal busi, ternyata komponen satu ini juga memberikan pengaruh terhadap kualitas emisi gas buang. Namun kinerja busi juga dipengaruhi 3 hal yang membuat hasil gas buangnya menjadi buruk. Artinya, kinerja busi yang memberikan efek ke emisi tidak bekerja sendiri. Menurut Diko Oktavianto, Technical Support PT NGK  Busi  Indonesia, ketiga hal yang mempengaruhi kerja busi tersebut adalah jenis bahan bakar yang dipakai, seberapa banyak jelaga atau sisa pembakaran yang tidak terbakar habis di ruang bakar (kandungan sulfur), dan jenis mesin yang digunakan. "Jenis mesin yang digunakan pastinya berbeda antara mesin Karburator dengan injeksi. Proses pencampurannya mempengaruhi jumlah air fuel ratio (AFR) yang disuntik di ruang bakar. Istilahnya efek quenching, atau rambatan pembentukan api akibat tertahan sama bentuk elektroda dan jenis material bahanya," paparnya.   Karena itu busi dengan bentuk elektroda kecil memiliki tingkat efisiensi pembesaran api yang lebih baik dibandingkan dengan bentuk elektroda yang besar. Apalagi jika didukung dengan bahan material yang responsif terhadap daya hantar listrik dengan api. Ini menyebabkan waktu terjadinya api jadi lebih cepat "Nah kecepatan pembentukan api ini yang nantinya punya pengaruh di emisi. Kalau si busi bisa membakar semua komponen udara dan bahan bakar yang terjadi di ruang bakar, maka emisi yang dihasilkan tentuya rendah. Sebab tidak ada efek residu atau sisa pembakaran yang ikut terbuang lewat knalpot," ungkapnya. Jadi, jika 3 hal yang mempengaruhi kinerja busi tidak dijaga, otomatis kualitas busi jadi ikut jelek. Efeknya busi bisa mengalami carbon foul, overheat dan sebagainya.   Ketika busi busi sudah mengalami defect pemakaian atau cacat akibat penggunaan, cepat atau lambat kerja busi akan mengalami penurunan. Otomatis prinsip "pembakaran sempurna" tidak dapat terjadi, sehingga berimbas pada gas buang yang buruk. "Jadi penjelasannya seperti itu jika dikaitkan dengan  emisi . Ini konsep dasarnya dulu yang harus dipahami kenapa produsen busi menciptakan busi dengan tipe logam mulia," pungkasnya. Sumber :  https://www.otosia.com/berita/pemprov-dki-wajibkan-uji-emisi-ternyata-busi-pengaruhi-kualitas-gas-buang.html

main Slider

Sering Bikin Motor Mati Saat Hujan, Ini Penyebab Cop Busi Getas dan Rusak

GridOto.com  - Mesin motor tiba-tiba mati saat riding dalam kondisi hujan deras? Bisa jadi cop atau  kepala busi  sudah getas atau retak sehingga air hujan menyelinap dan bikin motor mati. Air hujan yang menyelinap ke dalam  cop busi  yang getas bisa mengganggu sistem pengapian dan akhirnya bikin mesin mati akibat sistem pengapian yang bermasalah. Lantas, apa  sih  penyebabnya cop atau  kepala busi  getas atau keras? "Cop atau kepala busi motor sebagian besar terbuat dari karet," buka Maman Sugiman, owner Bengkel Boim Motor kepada GridOto.com. "Seiring dengan pemakaian karet itu bisa getas dan akhirnya keras dan ratak atau terkelupas," tambah pria yang akrab disapa Boim ini. Maklum saja, sebab posisi cop atau kepala busi motor itu memang sangat dekat dengan mesin. "Sering terkena panas mesin bukan tidak mungkin cop atau kepala busi jadi getas dan retak, apalagi biasanya komponen ini jarang diganti atau diperhatikan kondisinya," jelas Boim yang bengkelnya berada di Jalan Pabuaran No.1 Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.   Istimewa Cop busi Suzuki GSX series sama dengan Satria   Meski begitu, cop busi sendiri bukan komponen yang gampang rusak. Biasanya usia pakai komponen ini bisa lebih dari 3 tahun tanpa mengalami masalah apapun. Namun, jika kalian sering mengalami motor yang tiba-tiba kerap mati mendadak ketika riding di hujan yang deras bisa cek bagian cop businya. Pastikan  cop busi  masih rapat ketika dipasang dan tidak ada retakan yang bisa membuat air masuk ke dalam  cop busi . Jika ada keretakan atau  cop busi  sudah tidak rapat, sebaiknya segera diganti. Sumber :  https://www.gridoto.com/read/222496849/sering-bikin-motor-mati-saat-hujan-ini-penyebab-cop-busi-getas-dan-retak?page=all

main Slider

Lupa Kapan Ganti Busi, Bila Ketemu tanda - Tanda Ini, Segera Ganti

Otomotifnet.com  – Sejatinya,  busi  standar berbahan nickel, berdasarkan informasi yang ada pada buku  service manual  tiap—tiap merek, dianjurkan diganti setiap jarak tempuh 20 ribu kilometer. “Tapi, misalnya belum masuk jarak tempuh yang dianjurkan kondisi  busi  terlihat sudah tidak bagus, sebaiknya segera diganti,” bilang Diko Octaviano, Technical Suppot PT  NGK   Busi  Indonesia. Nah, karena tak sedikit pemilik ada yang melakukan perawatan mobil kesayangannya sendiri setelah lepas masa garansi, tak jarang yang lupa kapan terakhir ganti  busi , hehehe.. Tapi tenang, jika Anda masuk ke dalam golongan  self cervice  tadi, mudah saja mengenali tanda-tanda pemercik api di ruang bakar ini sudah waktunya diganti.   Andhika Arthawijaya/Otomotifnet Jika ground elektorda busi sudah aus atau banyak ditumpuki karbon, sebaiknya segera ganti. Kondisi  busi  yang yang sudah tidak bagus kata Diko ada beberapa macam. Antara lain, “Bila  ground  atau  center electrode  sudah terkikis, sebaiknya segera ganti  busi  baru,” tukasnya. Sebab, ketika kedua komponen  busi  tersebut aus, percikan api tidak akan terjadi dengan mudah. Efek yang akan ditimbulkan jika percikan api tidak normal, mesin akan sulit di start  saat kondisi dingin. “Sama halnya dengan  busi  yang banyak ditumpuki kerak atau karbon, dapat menyebabkan kehilangan percikan api,” imbuhnya. Lantas apakah  busi  boleh disikat atau diampelas untuk menghilangkan deposit yang nempel? “Bila  busi  diampelas, justru akan mengikis batang elektrodanya. Sebenarnya cara ini tidak dianjurkan,” tutupnya. Sumber :  https://otomotifnet.gridoto.com/read/232496403/lupa-kapan-ganti-busi-bila-ketemu-tanda-tanda-ini-segera-ganti?page=all

SOCIAL MEDIA///
.............

Jl. Raya Jakarta - Bogor Km 26,6 Jakarta 13740
INDONESIA
+62 21 8710974
marketing@ngkbusi.com

JOIN OUR SOCIAL MEDIA CONVERSATION///

Copyright © 2021 PT. NGK Busi Indonesia. All rights reserved.