Tech


  • ...
    Standard VS Iridium VS Racing
    1 year ago
    NGK bersama salah satu media melakukan pengujian terhadap performa busi racing dan membandingkan dengan tipe iridium dan standard. Bagaimana hasil uji cobanya? Berikut akan dipaparkan hasil uji coba tersebut yang telah dimuat di tabloid OTOPLUS edisi 41 XIV tanggal 3 - 9 April 2017 lalu. Mesin untuk racing sudah pasti menghasilkan power tinggi disertai kompresi dan rpm tinggi pula. Oleh karena itu, busi yang digunakan harus mampu bertahan pada kondisi ruang bakar dengan tekanan dan temperatur tinggi.   Apa yang membedakan busi khusus racing ini dibandingkan busi performa tinggi yang banyak beredar di pasaran? Busi yang beredar luas, baik berbahan platinum maupun iridium, bentuk kepala businya tipe projected insulator, yaitu kepala busi melengkung di atas elektroda.   Untuk media pengujian, NGK menggunakan 3 tipe busi yang seragam tingkat panasnya dan 1 busi tipe racing yang lebih tinggi tingkat panasnya, sedangkan untuk motor kita meminjam Honda All New Sonic 150R spek MP5 milik Rosvita Honda Jatim Racing Team. Pengujian menggunakan dynotest Sport Device milik RAT Motorsport.   Berikut ini adalah tabel hasil pengujiannya.   Paling terlihat signifikan, grafik AFR langsung terkoreksi menjadi lebih baik. Pada 7.000-8.250 Rpm di rentang 11-an:1. Lalu pada range 9.750-10.500 pas secara stoichiometry di angka 14,7:1. Selaras dengan berubahnya grafik AFR. Grafik tenaga dan torsi jadi lebih baik, perubahan paling banyak di bawah 8.000 Rpm.   Pada hasil tipe Iridium, ada peningkatan yang cukup signifikan. Tenaga terdongkrak menjadi 22,084 HP/12.487 Rpm dan torsi menjadi 13,49 Nm/ 7.928 Rpm. Naik 0,641 HP dan 0,22 Nm. Pada busi tipe R0373A-9 ini, tenaga puncak teraih sebesar 22,170 HP/12.391 Rpm dan torsi 13,74 Nm/ 9.123 Rpm. Naik 0,727 HP dan 0,47 Nm. Tanpa mensetting ulang ECU dengan busi tipe R0373A-9 membuat grafik AFR lebih merata. Istimewanya, tanpa mensetting ulang ECU dengan busi tipe R0373A-9 membuat grafik AFR lebih merata. Di rentang 7.000-10.000 rpm terjaga di angka 13-an:1 Busi tipe R0045Q-10 sebenarnya diperuntukan untuk moge. Ketika dilakukan dyno test, hasilnya hanya 21,944 HP/12.265 RPm dan torsi 13,34 Nm/9.250 Rpm. Masih kalah dibandingkan busi iridium, ya sedikit di bawahnya. Disinyalir karena kode heat range 10 menunjukan busi ini tipe dingin. Terlihat dari AFR cenderung basah dan busi ini peruntukannya memang untuk mesin berkompresi tinggi. Sonic 150 yang jadi media tes hanya memiliki kompresi sebesar 11,3:1. Meski demikian, bentuk grafik AFR merata persis seperti tipe R0373A-9. Dan lagi, istimewanya busi ini paling stabil performanya.          Photo:  naikmotor.com  &  semisena.com  
  • ...
    Mengenal teknologi MR9C-9N khusus untuk motor HONDA
    2 years ago
    ESP atau Enhance Smart Power adalah teknologi turunan dari mesin Honda Vario atau Beat yang terkenal dengan fitur ACG dan ISS, yang menjadikan mesin ini lebih responsif dengan akselarasi tinggi. Untuk mesin yang berkapasitas 110 cc diklaim mampu menyumbang efisiensi bahan bakar sebesar 7% dari versi Non ISS dan mampu berlari hingga 100 km/jam. Dari segi komponen, Honda ESP terbaru ini akan lebih awet dan ramah lingkungan, namun dibalik ketangguhan mesin Honda tersebut terdapat kontribusi komponen kecil yang di sematkan ke dalam ruang bakar, yaitu Busi NGK MR9C-9N yang dibuat oleh PT NGK BUSI INDONESIA. Busi MR9C-9N ini adalah teknologi terbaru dari NGK yang dibuat khusus untuk menyesuaikan permintaan teknologi dari Honda yang mengusung tema ramah lingkungan. Busi MR9C-9N ini adalah generasi terbaru dari tipe sebelumnya yaitu CPR9EA-9 dengan beberapa improvement yang disematkan kepada busi tersebut. Konsen improvement yang dilakukan adalah dengan meningkatkan efek erosi sebesar 40% pada elektroda dan diharapkan mampu  bertahan pada efek oksidasi yang di akibatkan dari proses pembakaran. Beberapa improvement yang dilakukan diantaranya adalah : Material Bahan Penyusun Pada tipe sebelumnya yaitu CPR9EA-9 nikel yang digunakan adalah nikel berjenis standard sehingga durability yang tercapai tidak sebagus tipe terbaru (MR9C-9N). Nikel jenis baru ini mengalami sedikit perubahan dengan memperkecil diameternya dengan harapan proses transfer kelistrikan antar elektroda bisa lebih fokus dan proses pengapian lebih sempurna.                                                  Penampang elektroda MR9C-9N memiliki elektroda ground yang bersudut dengan bentuk semi silindris dibandingkan dengan tipe sebelumnya yaitu berbentuk kotak.                                                                        Perubahan bentuk ini berdampak pada proses pressure atau tekanan yang terjadi pada saat busi melahirkan percikan api diantara kedua elektrodanya, sehingga api yang dihasilkan lebih efektif dalam proses penyebarannya dibandingkan dengan tipe sebelumnya.                                                                      Kesimpulannya adalah busi terbaru dari NGK yang telah digunakan oleh Honda tipe ESP ini dapat dijadikan alternatif pilihan sebagai pengganti dari CPR9EA-9, dengan mengusung teknologi ramah lingkungan dan dapat menaikkan efisiensi pembakaran serta meningkatkan responsif akselarasi menjadikan sensasi tersendiri dalam berkendara. Selain pada Honda Vario dan Beat, busi NGK dengan tipe MR9C-9N ini juga sudah disematkan langsung dari pabrik pada sebagian motor Honda seperti CBR 150 maupun Scoopy.
  • ...
    NGK G-POWER, Teknologi Berbahan Logam Mulia
    2 years ago
    Platinum yang dikenal dengan istilah platina adalah unsur kimia dengan lambang Pt dengan nomor atom 78 yang memiliki sifat logam putih padat, lunak dan ulet. Daya tahannya terhadap korosi bahkan pada suhu tinggi menjadikan platinum ini sebagai logam mulia. Campuran bahan platinum mempunyai kemampuan bertahan terhadap panas 21% lebih baik dibandingkan dengan material nikel, tingginya nilai titik lebur ini menjadikan platinum sebagai bahan yang mampu bertahan pada suhu ruang bakar yang tinggi. Pertumbuhan permintaan busi dengan performa yang lebih baik membuat NGK mengembangkan teknologi dengan menjadikan platinum sebagai bahan dasarnya, generasi platinum ini dikenal dengan nama G-Power. Busi ini menggunakan platinum pada ujung tip elektroda tengah ( center electrode ) dengan paduan nikel pada ground electrode menjadikan efek quenching pada saat terjadi pembentukan inti api dapat lebih berkurang. Pengurangan efek quenching inilah yang menjadikan busi G-Power lebih bertenaga dan optimal dalam proses pengapian. Selain itu pencegahan terjadinya karbon dapat membuat kendaraan yang menggunakan G-power menjadi lebih efisien dalam pemakaian bahan bakar dan lebih baik dalam peningkatan kecepatannya. Beberapa keunggulan menggunakan NGK busi Platinum adalah: Meningkatkan efisiensi bahan bakar Emisi rendah dan mudah di starter Menghindari gangguan pada sistem elektronik Tahan lama di bawah suhu yang tinggi Lapisan logam anti korosi Ujung platinum mengurangi tegangan yang diperlukan
  • ...
    Busi NGK Iridium Membuat Pengapian Menjadi Lebih Sempurna
    2 years ago
    Busi NGK Iridium Membuat Pengapian Menjadi Lebih Sempurna. Arman yang merupakan salah satu wartawan media online hampir setiap hari pergi kesana kemari menggunakan motor kesayangannya. Situasi jalanan ibu kota yang macet sudah menjadi santapan sehari-hari. Belum lagi cuaca yang terkadang panas terkadang hujan tidak menghalanginya dalam mencari berita. Kendaraan alami overheat Sering kali tunggangannya mengalami  overheat   akibat cuaca serta  traffic   yang tidak menentu. Kalau sudah seperti ini, tentu mengganggu kerjanya. “Padahal saat masih baru, itu lancar-lancar aja bang, Dibawa kemana aja tetap oke, sekarang cepat banget overheatnya, terus bensin kerasa borosnya”    keluhnya saat ditemui di bengkel sepeda motor bilangan Cipinang, Jakarta Timur. Menurut Irwan yang merupakan kepala bengkel sepeda motor tersebut, hal ini disebabkan karena mesin membutuhkan pengapian yang stabil untuk menjaga performa mesin. “Untuk menjaga performa mesin, pilih busi jangan sembarangan mas. Jangan dilihat dari harganya juga, karena walaupun bentuknya kecil, tapi kerja dari busi sangat berat.”   terangnya Fungsi Busi Busi dipasang untuk membakar bensin yang telah di kompres oleh piston. Temperatur yang dihasilkan percikan busi dapat mencapai 60.000K.  Setelah mengalami temperatur yang tinggi,  lalu temperatur akan turun secara drastis saat bahan bakar dan udara masuk ke dalam silinder. Perubahan temperatur yang berulang-ulang tentunya busi membutuhkan bahan atau material yang kuat, tahan panas dan berkualitas. Pada kesempatan tersebut, Irwan menyarankan Arman untuk menggunakan busi iridium keluaran NGK. Busi NGK Iridium memiliki elemen logam yang keras, anti korosi dan tahan panas . Selain keunggulan tersebut, busi NGK Iridium selain memiliki bahan yang berkualitas, juga memiliki bahan elektroda meterial yang memiliki titik didih yang cukup tinggi berkisar antara 2500 derajat celcius. Busi NGK Iridium memiliki pembakaran yang lebih fokus pada satu titik, sehingga mampu melayani mesin yang panas dan yang membutuhkan percikan api yang mumpuni. Dikarenakan memiliki pembakaran yang lebih fokus, pembakaran menjadi lebih sempurna. Hal ini  memicu respon gas dan akselerasi jadi lebih meningkat, motor juga menjadi lebih irit dan tentunya juga meningkatkan gas buang menjadi lebih ramah. Keistimewaan lain dari busi NGK iridium adalah, busi tipe ini lebih awet hingga 10 kali lipat dibanding busi standar. “Motor saya sudah menggunakan busi NGK iridium 1x dari tahun lalu, hasilnya yang saya rasakan mesin jadi lebih bertenaga, lebih irit, akselerasi jadi lebih mantap, dan awet . Saya juga sering menyarankan para pengendara lain untuk menggunakan busi NGK Iridium, karena saya sudah membuktikannya”   pungkas Irwan.           Sumber:  mobilkomersial.com
  • ...
    Salah Kaprah Pengertian Kode R Pada Busi NGK
    2 years ago
      Banyak pemilik motor yang membeli busi NGK dengan kode R pada bagian businya. Namun, enggak sedikit para pemilik motor yang mengira kode R pada busi NGK adalah Racing. Padahal, maksud kode R tersebut jauh dari yang namanya racing, bradsis.. Teknologi pada motor semakin maju dan semakin mengandalkan elektronik. Berkat elektronik inilah beragam fitur-fitur bergengsi terdapat pada motor. Kendaraan yang sudah dilengkapi dengan on-board unit harus memiliki daya kelistrikan yang stabil agar tidak terjadi lonjakan gelombang elektromagnetik yang dapat menyebabkan kerusakan pada on board unit tersebut. PT NGK Busi Indonesia sudah lama membuat busi dengan teknologi anti lonjakan gelombang elektromagnet yaitu dengan hadirnya busi resistor dengan ciri “R” pada bagian insulatornya. “Banyak yang beranggapan bahwa kode “R” pada busi NGK adalah kode untuk busi racing, padahal hal ini tidak tepat. NGK sangat merekomendasikan penggunaan busi resistor untuk penggunaan kendaraan yang sudah terpasang on-board unit atau system ECU pada mesinnya.” ujar Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia. Resistor sebesar 5K ohm ditanam pada tubuh busi yang dapat mengurangi daya hantar gelombang elektromagnet yang akan mempengaruhi kerja kendaraan secara utuh. Penggunaan busi non-resistor pada kendaraan yang sudah dilengkapi on-board unit akan menyebabkan kerusakan engine yang dapat mempengaruhi kinerja mesin menjadi tidak langsam (erratic idle), tenaga berkurang (power drop off) dan lambat pada RPM tinggi (high-rpm misfire). Sumber:  www.motorexpertz.com
  • ...
    NGK Rilis Busi Racing Buat Motor Balap dan Motor Harian Yang Sudah Naik Kompresi dan Seting Air Fuel
    2 years ago
    Mas Bro dan Mbak Sis kudu ati-ati memilih busi. Soalnya, perkembangan teknologi kuda besi menuntut sistem pengapian yang lebih canggih juga. Komponen pemercik api di mesin ini harus sesuai teknologi agar pembakaran mesin makin sempurna. Salah satu yang bisa jadi referensi saat ini adalah busi NGK. Spesifikasi busi NGK terus di-update menyesuaikan teknologi motor saat ini. Sebut saja busi NGK racing yang dikemas dalam bungkus merah. Busi ini sedang diincar penyuka motor performa. Seperti dijelaskan Diko Octavian, busi ini punya celah antara elektrode dengan katub massa yang lebih rapat. Ini adalah teknologi terbaru NGK yang mengikuti perkembangan teknologi mesin motor modern. Misalnya, Honda All New CBR250RR, Yamaha New R15, dan Suzuki GSX-R 50. “Celah rapat bertujuan memperkecil konsumsi kebutuhan arus listrik. Karena lontaran api dari ujung katub elektrode tidak terlalu jauh ke ujung massa busi,” jelas karyawan bagian Technical Support, PT. NGK Busi Indonesia itu. Selain celah rapat, diameter elektrode busi racing NGK juga terbilang kecil. Ini bertujuan agar efektif mengantarkan arus listrik dari pusat elektrode ke massa. “Dengan ujung elektrode kecil, proses pembentukan percikan api yang terus membesar seiring bukaan gas,” jelas Diko. Diko menambahkan, bahwa teknologi itu masih didukung komposisi bahan elektroda dani platinum dan iridium yang khusus. “Ditambah bentukan insulator yang unik. Sehingga makin mendukung kinerja dapur pacu agar lebih responsif saat berakselerasi. Selain itu, kelebihan ini meningkatkan performa dan ketahanan busi racing NGK,” tambah Diko. Presdir NGK Busi Indonesia, Hisato Kato dan GM Marketing & Sales NGK Busi Indonsia, Agus Tan. (Nandar) Dengan spesifikasi seperti itu, busi racing NGK makin dipercaya para pecinta adu kebut sirkuit. Buktinya, NGK dipercaya mensupport tim MotoGP Honda, Yamaha dan Ducati. Juga tim Suzuki World di ajang MXGP. “NGK juga dipercaya tim Indonesia yang turun di kejuaraan nasional, dan kejuaraan Asia. Di antaranya Bahtera Racing Team dann Trijaya Racing Team,” papar Agus Tan, General Manager Marketing & Sales NGK Indonesia. Meski dicipta dengan spesifikasi balap, busi racing NGK juga berkhasiat banyak jika diaplikasi di motor harian. Terutama pada kuda besi yang perbandingan kompresinya sudah didongkrak, dan menggunakan setelan air fuel ratio tinggi. “Tapi, jika mesin masih standar, lebih pas jika memakai busi jenis iridium dan G Power yang sudah terbukti jadi idola konsumen di 2016,” pungkas Diko. NGK Iridium dan NGK G-Power untuk motor harian yang masih standar. (Nandar) Makanya, pemercik api NGK ini sudah terjual lebih dari 50 juta buah. NGK memang seng ada lawan!     Sumber:  www.wartamotor.com
  • ...
    NGK Jadi Busi Standar Produk Motor Sport Baru
    2 years ago
    Berkembangnya pasar otomotif di Indonesia, tidak hanya terlihat pada sektor kendaraan bermotor saja, namun juga diikuti oleh komponen pendukungnya. Salah satunya adalah busi, yang menjadi komponen pengapian pada mesin bensin, baik motor maupun mobil. Presiden Direktur PT NGK Busi Indonesia, Hisato Kato mengatakan, dibanding negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia menjadi pasar paling penting, lantaran menguasai  market share  hingga 66 persen. "PT NGK Busi Indonesia telah mencatat penjualan lebih dari 50 juta busi di Indonesia sepanjang 2016," ujar Kato di Jakarta, Selasa 18 April 2017. Kato mengatakan, angka tersebut diperoleh dari penjualan produk di segmen  aftermarket , kebutuhan balap, hingga  original Equipment manufacturing  (OEM). Contohnya, pada kendaraan model terbaru, NGK busi terpilih sebagai produk busi standar mobil maupun sepeda motor yang dijual di Indonesia. Bahkan, kata Hisato, untuk beberapa model kendaraan, komponen businya 100 persen dari NGK. "Untuk kendaraan roda dua misalnya, produk kami dipakai di Honda New CBR250RR, Yamaha New R15 dan Suzuki GSX150. Produk mobil antara lain Daihatsu Sigra 1.0 L, Suzuki Ertiga, Honda Brio, Mobilio, BR-V, dan HR-V," kata dia. Untuk tahun ini, NGK Busi Indonesia berambisi memperkuat pasar dengan dukungan dari 25 distributor dan 10 agen pemegang merek (APM) kendaraan di Indonesia. "Target utama yang dibidik tahun ini adalah fokus penjualan busi mobil, peningkatan penjualan busi tipe platinum-iridium, serta penjualan busi  racing  NGK pertama kalinya di Indonesia," tuturnya.   Sumber:  www.viva.co.id

JOIN OUR SOCIAL MEDIA CONVERSATION///

Copyright © 2019 PT. NGK Busi Indonesia. All rights reserved.