Tips


  • ...
    Perlukah Ganti Busi Jika Kendaraan Kelamaan Nganggur
    3 weeks ago
    Liputan6.com, Jakarta -  Bulan puasa tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena tahun ini diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia berakibat pada turunnya aktivitas mobilisasi para warga. Kondisi tersebut tentunya akan membuat kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor menjadi jarang digunakan. Namun masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa kendaraan tidak akan rusak jika tidak dipakai dalam waktu lama. Asumsi ini justru salah, karena kendaraan yang dibiarkan menganggur selama berminggu-minggu dapat menimbulkan "penyakit" baru pada komponen-komponen penting terutama mobil, karena sudah tidak dibarengi dengan pengecekan dan perawatan secara rutin seperti saat masih sering dikendarai. Jika memanaskan mesin adalah hal wajib selama PSBB agar aki tidak tekor, bagaimana dengan urusan perawatan  busi , perlukah ikut diganti jika kendaraan lama tidak bergerak? Berbeda dengan oli, busi tidak akan terpengaruh jika kendaraan lama tidak digunakan. Tak Perlu Diganti Menurut Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia, busi tidak perlu dicopot dan diganti baru jika kendaraan lama tidak dipakai, sepanjang mesin kendaraan dalam kondisi sehat. "Berbeda dengan oli, busi tidak mengalami perubahan bentuk kalau sudah pernah digunakan, tidak berpengaruh. Jadi tidak perlu diganti selama busi tidak dipakai masih bisa berfungsi, asal juga kondisi ruang bakarnya sehat," jelas Diko. Namun demikian Diko menyarankan agar kendaraan sering dipanaskan, paling tidak 1-2 kali dalam seminggu. "Yang penting sering-sering dipanasin biar kerak ruang bakar terbuang. Pokoknya kalau lama tidak bergerak, cukup dipanasin aja sekitar 10 menit. Itu sudah cukup membuang kerak," imbuhnya.  Riwayat Basah Selain itu pemilik kendaraan juga dianjurkan mengecek kembali kondisi busi, terutama jika kendaraannya punya riwayat "basah". Karena ditakutkan busi sudah dalam kondisi berkarat. "Karat di ruang bakar itu biasanya terjadi kalau kendaraan pernah punya histori basah, pengencangan terlalu over, ditambah lagi ruang bakar yang tidak pernah diservis. Jadinya karat itu numpuk di bagian hexagon, otomatis dia mengkerak," tutupnya Sumber :  https://www.liputan6.com/ramadan/read/4243535/perlukah-ganti-busi-jika-kendaraan-kelamaan-nganggur
  • ...
    Ini Cara Pasang dan Lepas Busi yang Benar Versi NGK
    1 month ago
    Indonesiainside.id, Jakarta  – Busi memiliki peran yang penting pada kendaraan bermotor karena berfungsi menciptakan percikan listrik yang memicu efek ledakan dari campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar. Oleh karenanya, memasang busi dengan benar sangat penting agar kinerja busi mendukung performa mesin bisa optimal. Mengutip pernyataan produsen busi NGK, Minggu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memasang busi kendaraan: 1. Kekencangan Yang pertama harus diperhatikan adalah tingkat kekencangan, karena pemasangan busi dengan nilai torsi yang tidak tepat (terlalu kencang atau terlalu kendor) dapat berakibat sangat fatal pada busi. Sebagai contoh, apabila memasang busi terlalu kencang dapat mengakibatkan ulir busi rusak, yang tentunya akan mengakibatkan busi nantinya akan sulit untuk dilepas kembali. Bagian center electrode hingga terminal nut pun tidak luput dari resiko kerusakan apabila kita tidak memasang busi dengan tingkat kekencangan yang tepat, selain memengaruhi fungsi busi hingga performa mesin kendaraan. Rekomendasi tingkat torsi kekencangan pemasangan busi ditentukan oleh 3 hal, yaitu tipe busi bergasket atau tanpa gasket, ukuran diameter ulir busi, dan tipe kepala silinder mesin (menggunakan cast iron atau aluminium). 2. Gunakan kunci busi yang tepat Gunakanlah kunci busi dengan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan hexagonal busi saat memasang atau melepas busi. Penggunaan kunci busi dengan ukuran tak tepat dapat mengakibatkan kunci busi tersangkut sehingga dapat menggagalkan proses pemasangan atau pelepasan busi. Jika tidak memungkinkan menggunakan kunci torsi yang sesuai maka metode penggunaan sudut derajat pengencangan sudah mampu mewakili. 3. Tunggu mesin tidak panas Yang terakhir, pastikan mesin kendaraan sudah dimatikan beberapa saat sebelumnya dan mesin sudah tidak dalam kondisi panas. Menunggu mesin sudah dingin, saat memasang atau melepas busi, dianjurkan agar sifat logam pada busi dan kepala silinder sudah dalam kondisi stabil dan tidak memicu kerusakan pada kedua komponen tersebut. Pada setiap bungkus busi NGK juga telah dilengkapi dengan panduan ringan untuk pemasangan berikut dengan keterangan tingkat kekencangan yang direkomendasikan (rotasi putaran-tanpa kunci torsi) agar busi tersebut dapat dipasang dengan sempurna dan menghasilkan performa yang optimal.(EP/ant) Sumber :  https://indonesiainside.id/lifestyle1/2020/04/26/ini-cara-pasang-dan-lepas-busi-yang-benar-versi-ngk
  • ...
    Ini Cara Pasang dan Lepas Busi yang Benar Versi NGK
    1 month ago
    Indonesiainside.id, Jakarta  – Busi memiliki peran yang penting pada kendaraan bermotor karena berfungsi menciptakan percikan listrik yang memicu efek ledakan dari campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar. Oleh karenanya, memasang busi dengan benar sangat penting agar kinerja busi mendukung performa mesin bisa optimal. Mengutip pernyataan produsen busi NGK, Minggu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memasang busi kendaraan: 1. Kekencangan Yang pertama harus diperhatikan adalah tingkat kekencangan, karena pemasangan busi dengan nilai torsi yang tidak tepat (terlalu kencang atau terlalu kendor) dapat berakibat sangat fatal pada busi. Sebagai contoh, apabila memasang busi terlalu kencang dapat mengakibatkan ulir busi rusak, yang tentunya akan mengakibatkan busi nantinya akan sulit untuk dilepas kembali. Bagian center electrode hingga terminal nut pun tidak luput dari resiko kerusakan apabila kita tidak memasang busi dengan tingkat kekencangan yang tepat, selain memengaruhi fungsi busi hingga performa mesin kendaraan. Rekomendasi tingkat torsi kekencangan pemasangan busi ditentukan oleh 3 hal, yaitu tipe busi bergasket atau tanpa gasket, ukuran diameter ulir busi, dan tipe kepala silinder mesin (menggunakan cast iron atau aluminium). 2. Gunakan kunci busi yang tepat Gunakanlah kunci busi dengan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan hexagonal busi saat memasang atau melepas busi. Penggunaan kunci busi dengan ukuran tak tepat dapat mengakibatkan kunci busi tersangkut sehingga dapat menggagalkan proses pemasangan atau pelepasan busi. Jika tidak memungkinkan menggunakan kunci torsi yang sesuai maka metode penggunaan sudut derajat pengencangan sudah mampu mewakili. 3. Tunggu mesin tidak panas Yang terakhir, pastikan mesin kendaraan sudah dimatikan beberapa saat sebelumnya dan mesin sudah tidak dalam kondisi panas. Menunggu mesin sudah dingin, saat memasang atau melepas busi, dianjurkan agar sifat logam pada busi dan kepala silinder sudah dalam kondisi stabil dan tidak memicu kerusakan pada kedua komponen tersebut. Pada setiap bungkus busi NGK juga telah dilengkapi dengan panduan ringan untuk pemasangan berikut dengan keterangan tingkat kekencangan yang direkomendasikan (rotasi putaran-tanpa kunci torsi) agar busi tersebut dapat dipasang dengan sempurna dan menghasilkan performa yang optimal.(EP/ant) Sumber :  https://indonesiainside.id/lifestyle1/2020/04/26/ini-cara-pasang-dan-lepas-busi-yang-benar-versi-ngk
  • ...
    Resiko Salah Pasang Busi
    1 month ago
    Pemantik api atau busi bertugas untuk menciptakan percikan api yag bersumber dari kelistrikan pada kendaraan yang memicu terjadinya proses pembakaran dari hasil pengabutan bahan bakar dan udara. Komponen kecil ini wajib diperhatiak saat memasangnya, salah –salah kinerja busi tidak bekerja secara optimal. Beberapa langkah yang harus diperhatikan saat memasang busi, yang paling penting adalah menggunakna busi sesuai dengan spesifikasi yang rekomendasi pada buku petunjuk kendaraan. Gunakan kunci busi yang sesuai dan perhatikan tingkat kekencangannya. Tidak boleh kendor atau terlalu kencang sehingga performa mesin tetap terjaga. Zulfikar Toto, Marketing PT.NGK Busi Indonesia mengingatkan,”Apabila pemasangan busi terlalu kencang bisa mengakibatkan kerusakan pada ulir busi maupun blok mesin, tentunya merepotkan kita saat melakukan penggantian. Perhatikan pula bagian  center electrode  hingga terminal nut- pun agar tidak luput dari resiko kerusakan.” Tingkat torsi /kekencangan pemasangan busi ditentukan oleh 3 hal, yaitu: Tipe busi yang menggunakan gasket atau tanpa gasket Ukuran diameter ulir busi Tipe kepala silinder mesin yang menggunakan cast iron atau aluminium Berikut ini adalah table rekomendasi standar torsi kekencangan dalam pemasangan busi berdasarkan 3 hal penentu di atas: Gunakan kunci busi  sesuai dengan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan hexagonal busi. “Hal ini perlu diperhatikan karena, penggunaan ukuran kunci busi yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin. Jika tidak memungkinkan menggunakan kunci torsi yang sesuai maka metode penggunaan sudut derajat pengencangan sudah mampu mewakilinya,”terang Zulfikar. Perhatikan kondisi mesin, pastikan kondisi mesin sudah dingin setelah pemakaian.”Agar sifat logam pada busi maupun kepala silinder sudah stabil sehingga tidak memicu adanya kerusakan pada kedua komponen tersebut,”tutur Zulfikar. Pada setiap kemasan Busi NGK telah dilengkapi dengan panduan ringan untuk pemasangan berikut dengan keterangan tingkat kekencangan yang direkomendasikan (rotasi putaran – tanpa kunci torsi) agar busi tersebut dapat dipasang dengan sempurna dan menghasilkan performa mesin yang optimal. Sumber :  https://autorevindonesia.com/2020/04/24/resiko-salah-pasang-busi/
  • ...
    Pengencangan Jangan Asal, Berikut Torsi yang Dianjurkan Saat Pasang Busi
    1 month ago
    OTOSIA.COM  - Busi adalah komponen yang sangat penting dalam sebuah kendaraan lantaran dia berkaitan dengan proses pengapian. Namun komponen ini seringkali dianggap remeh oleh pemilik kendaraan. Seperti tidak memperhatikan cara memasang yang benar dan sebagainya. Menurut Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia, yang harus diperhatikan ketika memasang busi adalah tingkat kekencangan karena pemasangan busi dengan nilai torsi yang tidak tepat, seperti terlalu kencang atau terlalu kendor dapat berakibat fatal pada busi. Sebagai contoh, apabila memasang busi terlalu kencang dapat mengakibatkan ulir busi rusak yang tentunya akan mengakibatkan busi nantinya akan sulit untuk dilepas kembali. "Bagian center electrode hingga terminal nut pun tidak luput dari resiko kerusakan kalau tidak memasang busi dengan tingkat kekencangan yang tepat sehingga akan mempengaruhi fungsi busi hingga performa mesin kendaraan," jelasnya. Diko menambahkan, rekomendasi tingkat torsi kekencangan pemasangan busi ditentukan oleh 3 hal, yaitu tipe busi yang menggunakan gasket atau tanpa gasket, ukuran diameter ulir busi, dan tipe kepala silinder mesin yang menggunakan cast iron atau aluminium. Torsi kekencangan dalam pemasangan busi tergantung pada tipe busi. Ada dua tipe busi demgan torsi pemasangan berbeda, yakni tipe busi dengan gasket dan tanpa gasket. Untuk tipe busi dengan gasket ukuran diameter 18 mm, maka torsi pengencangannya 35 - 45 Nm atau rotasi putaran setengah atau dua pertiga putaran, diameter 14 mm torsi pengencangan 25 - 30 Nm dengan rotasi putaran sama, ukuran diameter 12 mm torsi pengencangan 15 -20 Nm atau rotasi putaran setengah putaran, diameter ukuran 10 mm torsi pengencangan 10 - 12 Nm atau setengah putaran, dan diameter ukuran 8 mm torsi pengencangan 8 - 10 Nm atau sepertiga putaran. Sedangan untuk tipe busi tanpa gasket, ukuran diameter 18 mm torsi pengencangannya 20 - 30 Nm atau rotasi putarannya seperenambelas, dan diameter 14 mm torsi pengencangan 15 - 25 Nm dengan rotasi putaran sama, seperenambelas putaran. Saat pemasangan, yang perlu juga diperhatikan adalah penggunaan kunci busi dengan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan hexagonal busi. Hal ini perlu diperhatikan karena, penggunaan ukuran kunci busi yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin berakibat kunci busi tersangkut sehingga dapat menggagalkanproses pemasangan atau pelepasan busi. "Jika tidak memungkinkan menggunakan kunci torsi yang sesuai maka metode penggunaan sudut derajat pengencangan sudah mampu mewakili," terangnya Terakhir, pastikan mesin kendaraan sudah berada pada kondisi mati dalam jenjang waktu beberapa saat sebelum melepas dan memasang busi agar sifat logam pada busi maupun kepala silinder sudah stabil. Ini dilakukan agar tidak memicu kerusakan pada kedua komponen tersebut. Sumber :  https://www.otosia.com/berita/pengencangan-jangan-asal-berikut-torsi-yang-dianjurkan-saat-pasang-busi.html
  • ...
    Pasang Busi Harus Benar, Enggak Boleh Kencang, Enggak Boleh Kendur
    1 month ago
    Jakarta  -  Busi  memiliki peran penting untuk membantu proses pembakaran di ruang mesin kendaraan bermotor. Secara kegunaan, busi berfungsi menciptakan percikan listrik yang akan memicu efek ledakan dari campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar. Oleh sebab itu, proses pemasangan busi harus benar agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan optimal. Dalam keterangan resminya kepada detikOto,  NGK  Busi Indonesia menerangkan cara memasang busi yang benar. Pertama harus diperhatikan adalah tingkat kekencangan, karena pemasangan busi dengan nilai torsi yang tidak tepat (terlalu kencang atau terlalu kendur) dapat berakibat fatal pada busi.  "Sebagai contoh, apabila memasang busi terlalu kencang dapat mengakibatkan ulir busi rusak, yang tentunya akan mengakibatkan busi nantinya akan sulit untuk dilepas kembali. Bagian center electrode hingga terminal nut pun tidak luput dari risiko kerusakan, apabila kita tidak memasang busi dengan tingkat kekencangan yang tepat, sehingga akan memengaruhi fungsi busi hingga performa mesin kendaraan," tulis NGK dalam keterangan resmi. Tabel standar torsi pemasangan busi Foto: NGK Busi Indonesia Rekomendasi tingkat torsi kekencangan pemasangan busi ditentukan oleh 3 hal, yaitu tipe busi yang menggunakan gasket atau tanpa gasket, ukuran diameter ulir busi, dan tipe kepala silinder mesin yang menggunakan cast iron atau aluminium. "Yang kedua, penggunaan kunci busi dengan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan hexagonal busi. Hal ini perlu diperhatikan karena, penggunaan ukuran kunci busi yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dapat mengakibatkan kunci busi tersangkut sehingga dapat menggagalkan proses pemasangan atau pelepasan busi," lanjutnya. Terakhir, pastikan mesin kendaraan sudah berada pada kondisi mati dalam rentang waktu beberapa saat sebelum melepas dan memasang busi, agar sifat logam pada busi maupun kepala silinder sudah stabil sehingga tidak memicu adanya kerusakan pada kedua komponen tersebut. Sumber :  https://oto.detik.com/tips-and-tricks-motor/d-4990637/pasang-busi-harus-benar-enggak-boleh-kencang-enggak-boleh-kendur
  • ...
    Pasang busi ada rambu-rambunya, jika salah akan fatal
    1 month ago
    Jakarta (ANTARA) - Busi memiliki peran yang penting pada kendaraan bermotor karena berfungsi menciptakan percikan listrik yang memicu efek ledakan dari campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar. Oleh karenanya, memasang busi dengan benar sangat penting agar kinerja busi mendukung performa mesin bisa optimal. Mengutip pernyataan produsen busi NGK, Minggu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memasang busi kendaraan: 1. Kekencangan Yang pertama harus diperhatikan adalah tingkat kekencangan, karena pemasangan busi dengan nilai torsi yang tidak tepat (terlalu kencang atau terlalu kendor) dapat berakibat sangat fatal pada busi. Sebagai contoh, apabila memasang busi terlalu kencang dapat mengakibatkan ulir busi rusak, yang tentunya akan mengakibatkan busi nantinya akan sulit untuk dilepas kembali. Bagian  center electrode  hingga terminal  nut  pun tidak luput dari resiko kerusakan apabila kita tidak memasang busi dengan tingkat kekencangan yang tepat, selain memengaruhi fungsi busi hingga performa mesin kendaraan. Rekomendasi tingkat torsi kekencangan pemasangan busi ditentukan oleh 3 hal, yaitu tipe busi bergasket atau tanpa gasket, ukuran diameter ulir busi, dan tipe kepala silinder mesin (menggunakan  cast iron  atau aluminium). 2. Gunakan kunci busi yang tepat Gunakanlah kunci busi dengan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan  hexagonal  busi saat memasang atau melepas buai. Penggunaan kunci busi dengan ukuran tak tepat dapat mengakibatkan kunci busi tersangkut sehingga dapat menggagalkan proses pemasangan atau pelepasan busi. Jika tidak memungkinkan menggunakan kunci torsi yang sesuai maka metode penggunaan sudut derajat pengencangan sudah mampu mewakili. 3. Tunggu mesin tidak panas Yang terakhir, pastikan mesin kendaraan sudah dimatikan beberapa saat sebelumnya dan mesin sudah tidak dalam kondisi panas. Menunggu mesin sudah dingin, saat memasang atau melepas busi, dianjurkan agar sifat logam pada busi dan kepala silinder sudah dalam kondisi stabil dan tidak memicu kerusakan pada kedua komponen tersebut. Pada setiap bungkus busi NGK juga telah dilengkapi dengan panduan ringan untuk pemasangan berikut dengan keterangan tingkat kekencangan yang direkomendasikan (rotasi putaran-tanpa kunci torsi) agar busi tersebut dapat dipasang dengan sempurna dan menghasilkan performa yang optimal. Sumber :  https://otomotif.antaranews.com/berita/1444784/pasang-busi-ada-rambu-rambunya-jika-salah-akan-fatal

JOIN OUR SOCIAL MEDIA CONVERSATION///

Copyright © 2020 PT. NGK Busi Indonesia. All rights reserved.